Tampilkan postingan dengan label yogyakarta mempesona. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yogyakarta mempesona. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2016

Asyiknya Jalan-Jalan di Jogja

Asyiknya Jalan-Jalan di Jogja (surga dunia)

Kisah perjalanan tak musti mengenai fenomena alam atau sebuah kultur masyarakat tertentu, keajaiban dalam perjalanan tradisi berdoa juga mampu menggugah hidup kita. Keindahan dalam ketenangan ritual memiliki arti tersendiri.
Begitulah kalimat yang saya ciptakan untuk mengingat kembali arti traveling itu sendiri. Berbagai macam hal-walau pergi ke tempat yang sama-pasti akan ada unsur kejutan yang belum pernah kita temui sebelumnya. Contoh waktu bulan juli lalu saya berkesempatan ke Jogja selama satu minggu reservasi di ‪#‎KiAgungPrestiseHotel‬ , hotel di yogyakarta dengan harga yang relatif terjangkau Cuma dengan Rp. 97.500 ,- s/d Rp. 182.000,- To be honest, banyak hal baru dari Jogja yang saya temukan..






Maksud saya hal baru yang saya temukan adalah merasakan Jogja yang sebelumnya tidak pernah saya coba. Dengan prinsip backpacking bersama tim saya yaitu TasKecil, saya menetap empat hari di bagian Selatan Jogja. Berbagai pantai saya telusuri. Tapi sebelum memasuki daerah jejeran pantai, saya menuju ke Goa Pindul yang mulai terkenal itu. Tentu atraksi utama mereka adalah cave tubing. Menikmati goa yang sudah ada sejak 500 tahun yang lalu. Pahatan batu dan granit yang membuat kita bertanya entah kenapa bisa berbentuk seperti manusia maupun binatang didalam. Asyiknya lagi, kita bisa berenang di satu-satunya spot yang terkena cahaya matahari. Terjun dan berenang di dalam gua tua, kapan lagi?
Kemudian mereka juga menyediakan atraksi river tubing. Menikmati ketenangan arus sungai yang panjang hingga empat kilo. Dan hal yang paling menarik dari river tubing ini adalah kita sempat berhenti di salah satu spot dimana kita bisa melompat dari tebing setinggi 9 meter. Menegangkan sekaligus pengalaman tak terlupakan. Menurut saya bilamana kamu ingin menguji nyalimu, ini adalah langkah awal yang tepat. Kamu pikir dari bawah sepertinya pendek, tapi pas kamu sudah sampai atas..dijamin kamu mikir dua kali haha..
Setelah saya menaruh barang di hotel ‪#‎KiAgungPrestiseHotel‬, saya bersama tim saya tidak mau ketinggalan sunset di penginapan kami, Pantai Baron. Memang disini tak begitu bagus, tapi saya mau membagi rahasia untuk menikmati keindahan sunset dari atas bukit pantai itu. Ketika kamu sampai pantai Baron, coba kamu lihat ada pintu gapura kecil yang terbuat dari batu di sebelah kanan, naiklah keatas dan nikmati Pantai Selatan Jogja dengan ketenangan gunung membentang tanpa gangguan sedikitpun.
Esok harinya saya menyusuri pantai-pantai seperti Krakal, Sandeng, Sundak, sampai Indrayanti. Satu hal yang memberi kesan kepada saya ialah pantai-pantai itu terbilang bersih dan terawat. Terutama di Indrayanti, kalau kamu buang sampah akan dikenakan denda sebesar 10 ribu per sampah. Oh iya, kalau ingin menikmati sunset yang total, cobalah kamu ke tebing sebelah kanan setelah masuk. Sunset pantai yang sangat menganggumkan yang pernah saya lihat di Jogja.
Waisak di Borobudur
Setelah empat hari puas mendalami pantai, saya pun meluncur ke kota, tepatnya ke Borobudur. Yes! Tujuan utama saya dalam perjalanan ini ingin melihat prosesi ritual keagamaan Budha, hari Waisak. Untungnya saya datang agak siangan, macet total yang sangat menghambat masuk kedalam cukup membuat saya gerah. Ketika masuk kedalam juga yang terlihat hanya lautan manusia. Kemudian saya bergegas untuk kebelakang Borobudur untuk melihat prosesi mereka. Terlihat para pemeluk agama budha yang sangat khusyuk menjalani ritual mereka merupakan pemandangan yang indah bagi saya.
Namun sayangnya, berkat epidemi kehebohan menaikan lampion yang sudah menjadi daya tarik sendiri bagi umat Budha ini, Borobudur dipenuhi ribuan orang. Ditambah hujan mengguyur keras. Alhasil acara menaikan lampion tidak dapat dilaksanakan. Tetapi bagi saya ini sudah lebih dari cukup, melihat betapa umat Budha berusaha keras untuk ritual tetap berlangsung sudah menjadi keistimewaan sendiri..
Jalan-Jalan Di Malioboro!
Ketika berkunjung ke Jogja tidak lengkap apabila tidak keliling Malioboro dan sekitarnya. Dari melihat beberapa pernak-pernik khas Jogja hingga kuliner yang menawarkan kelelawar mungil di jajanan pinggir jalan. Dan perlu saya tambahkan, kamu perlu berkunjung ke museum Benteng Vredeburg, yang dimana lengkap memberi info mengenai sejarah Indonesia (Yang menurut saya juga tak kalah keren museumnya dibanding di Singapura). Tidak lupa saya juga mengunjungi Keraton dan komplek Taman Sari yang sangat eksotis. Terakhir saya tutup dengan menuju ke alun-alun Selatan untuk mencoba melewati dua pohon beringin dengan menutup mata. Konon apabila kamu berhasil menebus lurus, kamu akan mendapatkan apa saja yang kamu inginkan. O iya jangan lupa untuk mencoba “odong-odong” yang dimodifikasi bersama lampu warna-warni dan berbagai bentuk lucu yang membuat kendaraan sepeda ini semakin unik.
Begitulah perjalanan saya. Tidak ada kata tidak menemukan hal baru di tempat yang sama. Thats what traveling is, selalu ada saja membuat kita terhibur dengan cara yang tidak disangka-sangka. Ayo kemas barangmu dan temukan apa saja yang butuhkan untuk perjalananmu di yogyakarta bersama ‪#‎KiAgungPrestiseHotel‬ , hotel di yogyakarta dengan harga yang relatif terjangkau Cuma dengan Rp. 97.500 ,- s/d Rp. 182.000,- anda bisa menginap di #KiAgungPrestiseHotel dan menikmati fasilitasnya .
Untuk reservasi silahkan hubungi kami:
Hotel Line :
0822-2550-1169
0857-4356-8830
0274-374412
BB : Dob6A21F
Alamat : Jl.Prawirotaman 2 ,MG 3 No.596A,Mergangsan ,Yogyakarta.


YOGYAKARTA Penuh SEJUTA Keindahan LUAR BIASA

YOGYAKARTA Penuh SEJUTA Keindahan LUAR BIASA

Jogja tidak bisa disalahkan ketika kamu justru ingin selalu berada di Kota Budaya dan Wisata ini. Jogja jadi semacam mantra yang mampu menyihir siapa pun ketika mengunjunginya. Semakin banyak hotel bermunculan di Jogja, hal tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan kian tahun kian meningkat. Dengan kata lain, Jogja merupakan tujuan wisata yang tidak pernah membosankan untuk dikunjungi.
Ada banyak tempat-tempat menarik di Yogyakarta yang belum banyak dikunjungi wisatawan. Sebagai contoh, dua lokasi tersembunyi yang hanya diketahui fotografer adalah menikmati Borobudur dari sisi yang berbeda, yaitu: Punthuk Setumbu dan Bukit Suroloyo. Nah, jika kamu sedang di Jogja dan butuh panduan wisata, berikut adalah 6 tempat eksotis yang membangkitkan rasa keingingtahuanmu tentang Yogyakarta:
Punthuk Setumbu, Karangrejo
Bukit Punthuk Setumbu merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari tempat ini wisatawan juga bisa melihat megahnya Candi Borobudur di pagi hari yang terkurung lautan kabut.

Eksotisme pemandangan mentari yang terbit di pagi hari selalu menjadi magnet yang memukau bagi para wisatawan. Karena itu tak heran jika tempat-tempat wisata yang menyajikan pemandangan sunrise selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sebut saja Gunung Bromo di Jawa Timur, Bukit Sikunir di Dieng Jawa Tengah, dan Bukit Punthuk Setumbu di Magelang.
Dari ketiga tempat tersebut, Bukit Punthuk Setumbu memiliki pemandangan pagi yang berbeda. Selain bisa menyaksikan mentari yang menyembul perlahan dari Gunung Merapi atau Merbabu, wisatawan juga bisa menyaksikan kemegahan Candi Borobudur dari ketinggian. Tentu saja ini menjadi keuntungan tersendiri. Tak heran jika akhirnya Punthuk Setumbu menjadi lokasi favorit menyaksikan sunrise bagi wisatawan asing dan juga spot favorit para fotografer.

Punthuk Setumbu merupakan sebuah bukit setinggi kurang lebih 400 meter dpl yang terletak di gugusan Pegunungan Menoreh. Dulunya tempat ini merupakan ladang penduduk. Namun setelah seorang fotografer mengabadikan gambar sunrise borobudur nan epik dari tempat ini, orang-orang pun berdatangan untuk mengunjungi tempat ini guna menyaksikan sunrise.
Wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan Borobudur di kala fajar disarankan untuk tiba di tempat ini sebelum pukul 05.00 WIB. Dari parkiran yang ada di kaki bukit, wisatawan harus trekking sekitar 15 menit untuk mencapai puncak dengan rute berupa jalan makadam dan tanah. Bagi yang tidak kuat trekking hingga puncak, tak jauh dari tempat parkir terdapat gazebo di mana wisatawan sudah bisa menyaksikan Borobudur dari kejauhan.
Puncak Punthuk Setumbu berupa pelataran luas yang dikelilingi pagar pembatas. Di tempat ini terdapat rumah panggung, gazebo, dan kursi-kursi kayu yang bisa digunakan duduk menanti mentari terbit. Meskipun perjalanan treking di pagi hari sedikit melelahkan, namun hal tersebut akan terbayar lunas saat menyaksikan sapuan kabut borobudur yang perlahan terangkat naik dan mentari yang muncul dari balik gunung dengan malu-malu.









bersama ‪#‎KiAgungPrestiseHotel , hotel di yogyakarta dengan harga yang relatif terjangkau Cuma dengan Rp. 97.500 ,- s/d Rp. 182.000,- anda bisa menginap di #KiAgungPrestiseHotel dan menikmati fasilitasnya .
Untuk reservasi silahkan hubungi kami:
Hotel Line :
0822-2550-1169
0857-4356-8830
0274-374412
BB : Dob6A21F
Alamat : Jl.Prawirotaman 2 ,MG 3 No.596A,Mergangsan ,Yogyakarta