Sabtu, 15 Oktober 2016

NIKMATI WISATA PALING MURAH SE-YOGYAKARTA | KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA >> 100 / KAMAR (AC) NUANSA BALI DAN JAWA

5 Tempat Alternatif Untuk Bermalam Minggu 
di Jogja. Jomblo dan Non Jomblo Wajib
Masuk! |KI AGUNG PRESTISE YOGYAKARTA 

Malam minggu di jogja

5 Tempat Alternatif Untuk Bermalam Minggu di Jogja. Jomblo dan Non Jomblo Wajib Masuk!  |

HOTEL TERMURAH BERBINTANG TERMURAH SE- YOGYAKARTA

 Wah.. Udah malam minggu aja nih. Waktunya muda-mudi Jogja yang tengah dilanda api asrama meramaikan punggung jalan kota bersama sang kekasih. Waktu yang tepat pula bagi para pekerja untuk merayakan berkah dari gaji di awal bulan.
Tak bisa ditolak, setiap malam minggu, Jogja akan dipenuhi kendaraan yang berekor hingga beberpa kilometer. Hal yang sebenarnya tak hanya terjadi di Jogja ini, memang terkadang membuat kita jengkel bin kesal. Jangan khawatir! Berikut Ngadem.com kasih tempat-tempat yang bisa kamu singgahi di malam minggu tanpa harus merasakan bisingnya Kota Jogja.

1. Graha Sabha Pramana (GSP)

Syahdunya GSP via wilujengayupr.blogspot.com
Syahdunya GSP 
Graha Sabha Pramana terletak di kawasan UGM. Gedung dengan bangunan megahnya ini merupakan tempat serba guna yang seirng digunkan keluarga besar UGM untuk melangsukan acara tertentu. Karena lokasinya yang asik dan tak membosankan, membuat GSP jadi lokasi yang bisa kamu sambangi saat malam minggu, dan tentu saja tanpa terganggu bisingnya suara kendaraan. Selain itu, banyaknya lampu sepia yang mengelilingi kawasan GSP, akan bertamah romantis bila kamu mengajak sang kekasih.

2. Plengkung Gading

Suasana malam Plengkung Gading via jogjapetualang.com
Suasana malam Plengkung Gading 

Letaknya yang tak jauh dari kawasan Alun-alun Kidul ini memiliki pesona langit malam yang menawan. Kalau kamu  ada rencana ingin menghabiskan malam minggu di Alun-alun Kidul jangan lupa mampir ke Plengkung Gading. Selain tempatnya yang terbilang tenang, Plengkung Gading juga sangat seru diajak foto-foto. Nah, untuk mencapai lokasi, kamu cukup berjalan beberapa meter dari pusat Alun-alun Kidul. Tempatnya yang unik pasti akan membuatmu betah berlama-lama.

3. Jembatan Sayidan dan Jembatan Kali Code

Jembatan Sayidan via starfish7-koga.blogspot.com
Jembatan Sayidan 
Jembatan Sayidan berada di pusat kota Jogja. Lokasinya yang strategis membuat tempat ini kerap dijadikan area tongkrongan anak-anak muda dan beberapa komunitas. Salah satu band Indonesia pun sempat menjadikan nama jembatan ini sebagai judul lagu, Sayidan. Menghabiskan malam minggu di tempat ini akan mengajarkanmu tentang keluesan yang lekat dengan warga lokal. Selain jembatan Sayidan, ada juga jembatan Kali Code yang tak kalah populer di telinga anak muda. Jadi, bagi kamu yang lebih sering menghabiskan malam minggu di cafe-cafe atau tempat elit lainnya, sesekali cobalah singgah di tempat ini.

4. Perpuskot Jogja

Malam minggu di perpus via http://www.nasirullahsitam.com/
Malam minggu di perpus 
Jam bukanya yang sekarang sampai malam, membuat Perpuskot Jogja bisa jadi alternatif untuk menghabiskan malam minggu. Tak ada salahnya toh malam mingguan di perpus? Karena banyak juga muda-mudi yang berlama-lama di sini; membaca buku, mengerjakan tugas, bahkan menulis buku adalah hal yang akan kamu temui di Perpuskot Jogja. Dijamin kamu akan terhindar dari bisingnya kota Jogja saat malam minggu. Bonusnya, kamu jadi lebih pinter dan keren!!!

5. Burjo

Burjonya malam hari via olx.co.id
Burjonya malam 
Warung Bubur Kacang Ijo atau yang lebih akrab disapa burjo, memang tak asing di telinga warga Jogja, baik lokal maupun pendatang. Buat kamu yang udah kehabisan tempat untuk bermalam minggu, rasanya burjo bisa jadi alternatif yang tepat. Di sini kamu akan bertemu orang-orang yang juga jenuh dengan situasi di Jogja kala malam minggu. Selain bisa memesan nastel atau nasi goreng racikkan a’ak burjo, kamu juga bisa tuh curhat-curhatan sesama jomblo… #uppsss. Atau bisa juga menonton pertandingan sepak bola sambil maen gaple. Perut kenyang, sepi hilang, nambah teman. Ya kan, ya kan, ya kan???


KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA | HOTEL mewah nuansa BALI dan JAWA >>> 100 RIBU- an / kamar + Fasilitas menawan .



KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA |Hotel bernuansa seni bali dan jawa yang menarik , unik dan sangat romantis .


Minimalis-nya hotel zaman sekarang apalagi di yogyakarta tak bisa dipungkiri . jika anda berkunjung ke KI AGUNG PRESTISE HOTEL,hotel kali ini berbeda dengan yang lainnya , sebab karna anda akan merasakan dimensi yang berbeda KI AGUNG PRESTISE HOTELmemadukan dua kutub yang berbeda antara 

BALI dan JAWA yang sangat kental dan menciri-khas-kan dua kutub 

menjadi satu perpaduan yang menabjubkan . sensasi luar biasa akan 

anda rasakan dan menjadi cerita unik , menarik dan menabjubkan . 

kalau anda penasaran seperti apa dan bagaimana KI AGUNG 

PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA . silahkan berkunjung 

dan merasakan sendiri akan hal tersebut , berbagi cerita bahagia 

bersama orang yang kita kasihi dan cintai merupakan hal yang luar bisa 
terkesan indah serta tak ternilai oleh apapun . mari sama-sama 

merapat ke yogyakarta bersama KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA ...(^_^)^_^)^_^)   

Hotel-nya mewah , berbintang , berkelas , dan paling 
nyaman . pastilah harga-nya juga murah dan paling 

terjangkau kawan/sobat/teman traveller. cuman 

dengan harga 100 ribu- an saja / kamar + fasilitas , 

anda sudah menikmati sensasi-nya yang 

menabjubkan dan fenomenal luar biasa 

mengagumkan . 

Hotel line : 
 (WA) 0822-2550-1169 
0274-374412
Alamat : Jl.Prawirotaman 2 ,MG 3 No.596A,Mergangsan ,Yogyakarta.






Kamis, 13 Oktober 2016

cuma di sini seru - seru-nya wisata , hanya di yogyakarta bersama KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA >>>harga CUMA Rp. 100 - an/Kamar menawan kultur nuansa BALI + FASILITAS BERKELAS DAN BERBINTANG se-YOGYAKARTA

Menikmati ‘scenery’ Waduk Sermo dari Bukit Pethu |KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA

Hasil gambar untuk Bukit PethuHasil gambar untuk Waduk Sermo dari Bukit Pethu

Hasil gambar untuk Bukit PethuPerbukitan Menoreh Kulon progo memang menyimpan potensi wisata alam yang sangat besar. Salah satu lokasi wisata populer yang ada di kawasan Perbukitan Menoreh adalah Waduk Sermo.
Waduk Sermo sendiri merupakan waduk buatan yang diresmikan pada tahun 1996. Lokasinya yang dikelilingi perbukitan Menoreh dengan pemandangan hijau dan udaranya yang sejuk menjadi pilihan para wisatawan yang ingin rehat sejenak dari hiruk pikuk kota.
Ada banyak cara menikmati keindahan Waduk Sermo, bisa dari dekat yaitu dengan menyewa perahu mengitari waduk, atau dengan selfie dari Kalibiru.
Mengikuti jejak Kalibiru yang sukses dengan spot selfie yang menjadikan Waduk Sermo sebagai backgroundnya, kini pengelola Waduk Sermo juga memiliki spot selfie yang berada di pinggiran waduk.
Pertama kali ide ini tercetus dari anggota karang taruna Dusun Tegalrejo. Mereka terinspirasi dari spot selfie yang ada di Kalibiru. Ide tersebut akhirnya terealisasi dengan obyek wisata yang bernama Pesona Bukit Pethu Waduk Sermo yang menjadikan dua gardu pandang langsung menghadap ke Waduk Sermo sebagai ikonnya.
Ide Bukit Pethu ini juga muncul sebagai alternative wisata bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan waduk tanpa harus mengelilingi waduk dengan perahu. Dua gardu pandang yang disediakan masing-masing memiliki tinggi kurang lebi 2,5 meter. Pengunjung dapat menggunakan gardu pandang tersebut sebagai tempat foto dengan waduk sermo dan perbukitan Menoreh sebagai backgroundnnya.
Untuk menjaga keamanan pengunjung, di masing-masing gardu pandang telah disediakan alat pengaman. Sedangkan biaya untuk menaiki gardu pandang, setiap pengunjung dikenai biaya Rp 5ribu per orang. Disamping itu, pengelola juga menyediakan jasa foto dengan tariff Rp. 5ribu rupiah per foto, dengan minimal order 3 foto.
Untuk menambah kenyamanan, pengelola menyediakan beberapa gazebo untuk para pengunjung bersantai. Di sekitar bukit juga terdapat beberapa penjual makanan dan minuman.
Pengunjung dapat mengunjungi Bukit Pethu setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai 5 sore. Untuk menuju Bukit Pethu, pengunjung cukup mengitari jalan lingkar Waduk Sermo dan mengikuti papan petunjuk yang telah disiapkan pengelola.

KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA | HOTEL mewah nuansa BALI dan JAWA >>> 100 RIBU- an / kamar + Fasilitas menawan .



KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA |Hotel bernuansa seni bali dan jawa yang menarik , unik dan sangat romantis .


Minimalis-nya hotel zaman sekarang apalagi di yogyakarta tak bisa dipungkiri . jika anda berkunjung ke KI AGUNG PRESTISE HOTEL ,hotel kali ini berbeda dengan yang lainnya , sebab karna anda akan merasakan dimensi yang berbeda . KI AGUNG PRESTISE HOTEL memadukan dua kutub yang berbeda antara 

BALI dan JAWA yang sangat kental dan menciri-khas-kan dua kutub 

menjadi satu perpaduan yang menabjubkan . sensasi luar biasa akan 

anda rasakan dan menjadi cerita unik , menarik dan menabjubkan . 

kalau anda penasaran seperti apa dan bagaimana KI AGUNG 

PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA . silahkan berkunjung 

dan merasakan sendiri akan hal tersebut , berbagi cerita bahagia 

bersama orang yang kita kasihi dan cintai merupakan hal yang luar bisa 
terkesan indah serta tak ternilai oleh apapun . mari sama-sama 

merapat ke yogyakarta bersama KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA ...(^_^)^_^)^_^)   

Hotel-nya mewah , berbintang , berkelas , dan paling 
nyaman . pastilah harga-nya juga murah dan paling 

terjangkau kawan/sobat/teman traveller. cuman 

dengan harga 100 ribu- an saja / kamar + fasilitas , 

anda sudah menikmati sensasi-nya yang 

menabjubkan dan fenomenal luar biasa 

mengagumkan . 

Hotel line : 
 (WA) 0822-2550-1169 
0274-374412
Alamat : Jl.Prawirotaman 2 ,MG 3 No.596A,Mergangsan ,Yogyakarta.





  

Selasa, 11 Oktober 2016

Mendaki Gunung Lawu- 3 Hari Menikmati Sensasi Dinginya Gunung Lawu| KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA >>> 100 an / KAMAR + fasilitas menawan dan berkelas

Mendaki Gunung Lawu- 3 Hari Menikmati Sensasi Dinginya Gunung LawuKI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA

PETUALANGANKU- Selamat pagi, siang , sore dan malam...tinggal sobat bacanya pada waktu apa..hhe.. kali ini admin sobatpetualang.com akan mengajak berpetualang lagi nih.. yeahh kali ini kita menuju ke perbatasan jawa tengah dan jawa timur yaitu Gunung Lawu. Setelah sebelumnya sempat menikmati sunrise dari atap jogja, sayapun penasaran dengan dinginya gunung lawu. Namun sebelumnya kita simak beberapa hal terkait dengan gunung lawu berikut ini... 

Hasil gambar untuk Gunung Lawu

Gunung Lawu ini memiliki ketinggian 3265 mdpl dan  terletak di perbatasan antara provinsi jawa tengah dan provinsi jawa timur. Atau lebih spesifiknya masuk di kabupaten karanganyar dan sebagian masuk ke kabupaten magetan. Di sekitar Gunung Lawu ini juga terdapat beberapa tempat populer diantaranya Telaga sarangan, Tawang mangu, dll. Untuk melakukan pendakian ada 3 jalur pendakian di gunung lawu. Jalur pendakian sebelah selatan terdapat dua jalur yaitu cemoro sewu (magetan) dan cemoro kandang (karanganyar). Sedangkan jalur di sebelah utara yaitu jalur srambang, namun jalur ini jarang dilewati. Sedangkan jalur yang sering digunakan yaitu jalur cemoro sewu karena medannya yang cukup mudah untuk dilalui. Di gunung lawu ini terdapat tiga puncak yaitu hargo dumilah, hargo dalem dan hargo dumiling. Selain pemandanganya yang memukau yang menjadikan unik adalah adanya para pedagang gorengan ataupun nasi pecel di gunung lawu. Bahkan di dekat puncak hargo dumilah ada sebuah warung makan yang sangat populer dikalangan pendaki yaitu warung mbok yem.

Mitos Gunung Lawu
Konon, gunung lawu ini merupakan pusat kegiatan spiritual di tanah jawa,dan ada hubungan erat dengan kraton surakarta maupun kraton yogyakarta. Setiap malam satu suro (kalender jawa) banyak orang yang berbondong-bondong melakukan ritual ataupun untuk berziarah. Jadi ketika sobat mendaki pada malam satu suro jangan heran jika bertemu dengan orang yang membawa peralatan atau memakai pakaian tidak seperti para pendaki pada umumnya. Mereka biasanya akan mengunjungi beberapa tempat yang dianggap sakral. Tempat-tempat tersebut diantaranya: Goa Sikolong-kolong yang terletak tidak jauh dari Pos V jalur Cemoro Kandang, Kompleks Hargo Dalem, Sendang Drajat, dan petilasan Bung Karno. Selain itu ada beberapa mitos di gunung lawu baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contohnya ketika dalam perjalanan dilarang mengatakan kesel (lelah), atau dilarang memakai pakaian atau perlengkapan yang berwarna hijau. Nah, jika dilanggar maka diyakini akan menyebabkan kejadian-kejadian yang tak di inginkan. Namun mau percaya atau tidak saya kembalikan ke lagi ke sobat.

PETUALANGAN KE GUNUNG LAWU 
Hari Pertama
Ok, petualangan kali ini dimulai dari kota tercinta di yogyakarta. Masih ditemani dengan teman-teman seperjuangan dari salah satu universitas di yogyakarta. Sore itu nampaknya alam tidak begitu bersahabat dengan kita, hujan deras mengguyur yogyakarta. Namun itu tak menyurutkan semangat kita untuk melakukan pendakian di gunung lawu ini. Tepat pukul 17.00 wib kami berangkat dari yogyakarta menyusuri jalan jogja solo yang digenangi oleh air akibat guyuran hujan. Satu jam  telah berlalu kami tiba di kawasan klaten, dan berhenti utntuk sholat maghrib. Karena perut mulai keroncongan kami memutuskan untuk makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Setelah perut terisi kamipun melanjutkan perjalanan lagi, dan alhamdulillah hujan sudah mulai reda. Pukul 20.00 wib kami sampai di solo dan kami tak berhenti memacu kendaraan kami menuju karanganyar (arah tawangmangu). Satu jam kemudian jalanan mulai berkelak kelok dan mulai menanjak. Hawa dingin khas pegunungan mulai terasa. Kamipun masih bersemangat untuk memacu kendaraan hingga menemukan sebuah masjid untuk istirahat sebentar dan sholat isha'. Tak mau berlama-lama kamipun melanjutkan perjalanan melewati jalanan yang cukup menanjak hingga sampai di posko pendakian gunung lawu jalur cemoro sewu yakni sekitar pukul 23.00 wib. Setelah melakukan pendaftaran di posko pendakian kami langsung memulai pendakian. Tak jauh dari posko pendakian tampak di sebelah kiri dan kanan jalan terdapat beberapa tenda,mungkin para pendaki yang baru saja turun. Kurang lebih satu jam berjalan kami tiba di pos I. Dan disana rupanya ada satu kelompok pendaki yang sudah mendirikan tenda. Karena waktu itu sudah jam 00.00 wib kamipun memutuskan untuk mendirikan tenda dan bermalam di pos I.

Hari Kedua
"mas gorengannya mas, masih anget" kalimat itu terdengar berulang-ulang hingga membangunkan kami dari tidur yang cukup pulas. Hmm..rupanya ada seorang ibu-ibu yang sedang menawarkan dagangannya.  sempet kaget juga sih baru kali ini ada orang jualan di gunung..tapi karena masih terasa ngantuk saya tidak terlalu tertarik untuk membelinya. Pagi itu terik matahari terasa hangat menembus hawa dingin yang menyelimuti pori-pori.Pagi yang indah ditemani sebatang rokok yang tidak henti aku isap..sementara itu temen saya mengeluarkan alat masaknya untuk sarapan. Di pagi yang cerah itu kami mengisi perut kami dengan nasi+mi instan+ agar-agar. Saya rasa itu sudah cukup memberikan energi untuk melanjutkan lagi. Tak ingin tergesa-gesa kami bersantai dulu menikmati pemandangan di pos I yang cukup menyegarkan. Tak lama kemudian nampaknya kelompok pendaki yang mendirikan tenda disebalah tadi sudah mulai packing untuk turun lagi. Rupanya mereka hanya menunggu teman-temannya yang dari puncak dan mereka hanya melakukan perndakian sampai di pos I. Pukul 11.00 WIB kami mulai packing barang-barang kami siap untuk melanjutkan perjalanan lagi. Pada waktu itu banyak sekali para pendaki yang turun dan hanya segelintir orang yang akan naik ke puncak. Dari pos I ini perjalanan dilanjutkan menuju pos II yang kurang lebih memerlukan waktu 2 jam. Dari pos I hingga pos II jalurnya cukup ngetrack namun cukup mudah untuk dilalui.sampai di pos II kami istirahat dahulu untuk minum dan berfoto-foto. Setelah badan segar kembali, kami mulai berjalan menuju pos III dan pos IV. Dari pos II hingga pos IV dibutuhkan waktu perjalanan 2 jam, jalurnya hampir sama dengan sebelumnya namun lebih nanjak. Sampai di pos IV hari sudah sore dan angin mulai kencang dan hawa dinginnya mulai menusuk tulang. Kamipun berhenti dan mulai membuat perapian, namun hawa dinginnya semakin menjadi-jadi..rasanya tu kaya ketika kita dalam keadaan bugil kemudian dimasukan ke dalam kulkas..dan ternyata kulkas itu dimasukan lagi ke dalam kulkas..hahaa gak usah dibayangin deh..pokoknya dingin banget. Pukul 19.00 kami melanjutkan perjalanan kembali dan berencana mendirikan tenda didekat puncak, agar paginya bisa langsung melihat sunrise. Perjalanan dilanjutkan menuju pos V dengan waktu setengah jam. 
Kabutpun mulai menyelimuti malam itu, hingga kami tak melihat jalur yang sebenarnya. Dan akhirnya aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang...apasehh? hahaa.. yah.. malam itu karena kabut mulai menebal kami tersesat disalah satu puncak dan hampir saja masuk jurang. Karena merasa kondisi sudah tidak memungkinkan lagi kamipun turun lagi dari puncak yang awalnya kami kira itu adalah puncak hargo dumilah. Kamipun mulai mendirikan tenda untuk bermalam, yang saat itu kamipun tak tau sedang berada dimana. Dan akhirnya kami beristirahat dan perjalanan akan dilanjutkan esok hari pukul 03.00 karena ingin mengejar sunrise di puncak.
Hasil gambar untuk Gunung LawuHasil gambar untuk Gunung Lawu

Hari Ketiga
Niat awal ingin mengejar sunrise, tapi pagi itu gagal semuanya...karena kami semua bangun pukul 10.00  hhaa...Namun setelah melihat keluar ternyata kabut masih menyelimuti walaupun gak begitu tebal.. jadi gak begitu meyesal...Sebelumsummit attack kami mengisi tenaga dulu dengan nasi+telur goreng ..setelah semua siap kami mulai berjalan dan akhirnya menemukan jalur yang sebenarnya. Ternyata akibat kabut semalam kami melenceng jauh dari jalur pendakian yang sebenarnya.

 Tak lama kemudian kami tiba di sendang drajat. Sendang drajat merupakan sebuah mata air yang menurut cerita meskipun airnya diambil terus menerus tidak akan habis. Air disini sangat jernih jadi langsung bisa di minum. Disamping sendang drajat tersebut dibangun sebuah toilet umum. Setelah menikmati kesegaran dari air di sendang drajat kami melanjutkan perjalanan menuju puncak hargo dumilah. Sekitar pukul 12.00 kami tiba di puncak hargo dumilah, semua rasa lelah terbayar dengan kepuasan dan keindahan yang disuguhkan oleh gunung lawu ini..Setelah puas berfoto-foto kami turun lagi menuju tenda yang kami tinggalkan. Setelah selesai packing kami langsung turun menuju posko pendakian. Dan akhirnya pukul 18.00 kami sampai juga di posko pendakian. Karena di kawasan gunung lawu ini terkenal dengan sate kelincinya, kamipun langsung mencobanya. Setelah kenyang kami langsung pulang menuju yogyakarta. 

kami mampir ke salah satu penginapan murah di yogyakarta dan tempatnya sangat strategis karena sangat berdekatan dengan obyek kami dan sangat berdekatan dengan semua obyek wisata di yogyakarta yaitu KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA , tapi tempatnya memang strategis dan nyaman banget karena KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA ,  KI AGUNG PRESTISE HOTEL,hotel kali ini berbeda dengan yang lainnya , sebab karna anda akan merasakan dimensi yang berbeda KI AGUNG PRESTISE HOTEL memadukan dua kutub yang berbeda antara 

BALI dan JAWA yang sangat kental dan menciri-khas-kan dua kutub 

menjadi satu perpaduan yang menabjubkan .




sensasi luar biasa akan 

anda rasakan dan menjadi cerita unik , menarik dan menabjubkan . 

kalau anda penasaran seperti apa dan bagaimana KI AGUNG 

PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA . silahkan berkunjung 

dan merasakan sendiri akan hal tersebut , berbagi cerita bahagia 

bersama orang yang kita kasihi dan cintai merupakan hal yang luar bisa 
terkesan indah serta tak ternilai oleh apapun . mari sama-sama 

merapat ke yogyakarta bersama KI AGUNG PRESTISE HOTEL YOGYAKARTA ...(^_^)^_^)^_^)   

Hotel-nya mewah , berbintang , berkelas , dan paling 
nyaman . pastilah harga-nya juga murah dan paling 

terjangkau kawan/sobat/teman traveller. cuman 

dengan harga 100 ribu- an saja / kamar + fasilitas , 

anda sudah menikmati sensasi-nya yang 

menabjubkan dan fenomenal luar biasa 

mengagumkan . 

Hotel line : 
---> (WA) 0822-2550-1169 <---
0274-374412
Alamat : Jl.Prawirotaman 2 ,MG 3 No.596A,Mergangsan ,Yogyakarta.

Demikianlah petualangan saya 3 hari menikmati sensasi dinginnya gunung lawu. Gunung lawu memang gunung yang cukup unik dibanding lainya selain dinginya yang menusuk tulang adanya para pedagang di jalur pendakian membuat petualangan kali ini cukup mengesankan.